Mengenal Rokok serta Bahayanya

Rokok... benda yang sering kita temui dalam kehidupan sehari hari dimana saja. Tak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh belahan dunia. Definisi Rokok sendiri adalah gulungan tembakau yang disalut dengan daun nipah (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002). Rokok berbentuk silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

Berdasarkan Jenisnya, rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkusnya, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatannya, dan penggunaan filter (wikipedia.com).

Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
  • Klobot: pembungkus rokok terbuat dari daun jagung
  • Kawung: pembungkus rokok terbuat dari daun aren.
  • Sigaret: pembungkus rokok berupa kertas.
  • Cerutu: rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
  • Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
  • Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
  • Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
  • Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan atau alat bantu sederhana.
  • Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. 
Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam 2 bagian :
  • Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam International, Djarum Super dan lain-lain.
  • Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild, U Mild, L.A. Lights, Surya Slims dan lain-lain.
Rokok berdasarkan penggunaan filter.
  • Rokok Filter (RF): rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
  • Rokok Non Filter (RNF): rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

Kebiasaan merokok dewasa ini hampir dilakukan oleh segala kalangan. tua atau muda, pria ataupun wanita. Pengertian perilaku merokok menurut Sitepoe (2000) adalah membakar tembakau yang kemudian diisap asapnya, baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Subanada (2004) menyatakan merokok adalah sebuah kebiasaan yang dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk baik bagi si perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Menurut Sumarno (Mulyadi, 2007) menjelaskan cara merokok yang lazim dibedakan menjadi dua cara yaitu cara yang pertama dengan menghisap dan menelan asap rokok ke dalam paru-paru kemudian dihembuskan. Cara yang kedua dilakukan dengan lebih moderat yaitu hanya menghisap sampai mulut kemudian dihembuskan melalui mulut atau hidung. Perilaku merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan dan menyebabkan ketergantungan pada perokok.Sari dkk (2003) menyebutkan bahwa perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok. Menurut Ogawa (dalam Triyanti, 2006) dahulu perilaku merokok disebut sebagai suatu kebiasaan atau ketagihan, tetapi dewasa ini merokok disebut sebagai tobacco dependency atau ketergantungan tembakau. Tobacco dependency sendiri dapat didefinisikan sebagai perlaku penggunaan tembakau yang menetap, biasanya lebih dari setengah bungkus rokok per hari, dengan adanya tambahan distres yang disebabkan oleh kebutuhan akan tembakau secara berulang-ulang. Perilaku merokok dapat juga didefinisikan sebagai aktivitas subjek yang berhubungan dengan perilaku merokoknya, yang diukur melalui intensitas merokok, waktu merokok, dan fungsi merokok dalam kehidupan sehari-hari (Komalasari & Helmi, 2000). Sementara Leventhal & Cleary (Komasari & Helmi,2000) menyatakan bahwa perilaku merokok terbentuk melalui empat tahap, yaitu: tahap preparation, initiation, becoming a smoker, dan maintenance of smoking.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok dan kemudian menghisapnya dan menghembuskannya keluar dan dapat menimbulkan asap yang dapat terhisap oleh orang-orang disekitarnya serta dapat menimbulkan dampak buruk baik bagi si perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya yang dilakukan secara menetap dan terbentuk melalui empat tahap, yaitu: tahap preparation, initiation, becoming a smoker, dan maintenance of smoking. 

Tahapan merokok yang telah disebutkan diatas seperti yang diungkapkan oleh Leventhal & Clearly ( Komasari & Helmi,2000), yaitu :

a. Tahap prepatory
Seseorang mendapatkan gambaran yang menyenangkan mengenai merokok dengan cara mendengar, melihat atau dari hasil bacaan.Hal hal ini menimbulkan minat untuk merokok. 

b.Tahap initiation
Tahap perintisan merokok yaitu tahap apakah seseorang akan meneruskan atau tidak terhadap perilaku merokok.

c.Tahap becoming a smoker
Apabila seseorang telah mengkonsumsi rokok sebanyak empat batang perhari maka mempunyai kecenderungan menjadi perokok.

d.Tahap maintenance of smoking
Tahap ini merokok sudah menjadi salah satu bagian dari cara pengaturan diri (self regulating). Merokok dilakukan untuk memperoleh efek fisiologis yang menyenangkan.

Memang bukan suatu rahasia lagi jika rokok mengandung bahan adiktif yang kuat. Sebagian besar orang yang mencoba coba untuk merokok akan berlanjut kepada tahap ketagihan. Peliknya, Indonesia sendiri termasuk salah satu negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia. Dalam hal ini Indonesia menempati urutan ke tiga setelah Cina dan India. Menurut data WHO 2008, sebanyak 65 juta orang adalah perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun).

Padahal, jika kita menelaah sisi positif dari kebiasaan merokok, kita hampir tak bisa menemukan satu pun sisi positif dari kebiasaan itu. Jika kita ditanya tentang bahayanya, kita pasti bisa menjawabnya dengan respon yang cepat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit.Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasadisebut juga dengan perokok pasif. Zat kimia banyak terdapat pada rokok. Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogenoksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (WHO). 

Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelasakan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.











Referensi:

Kameswara, Iqbal P. S (2011), Remaja dikepung Iklan rokok. Fakultas kedokteran Program Studi Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro.

Komalasari, D & Helmi, A.F (2000). Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Remaja.(online)  tersedia di http://avin.staff.ugm.ac.id/data/jurnal/perilakumerokok_avin.pdf (diakses pada: 27 Februari 2012).

Poerwadarminta. (1995) Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Trim, 2006, Merokok Itu Konyol, Ganeca Exact, Jakarta

Triyanti. 2006. Kebiasaan Merokok, (online), (http://triyanti.blogspot.com/2007/07/kebiasaan-merokok.html, diakses 27 Februari 2012).

www.CancerHelps.co.id, Daftar 10 Negara Perokok Terbesar didunia (online), http://www.cancerhelps.co.id/en/Hot-News/daftar-10-negara-perokok-terbesar-di-dunia.html (diakses  pada 28 Februari 2012).